Senin, 18 Mei 2015
LAPORAN PRAKTIKUM B1
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Arus Listrik ada dua macam, yakni arus listrik bolak-balik atau biasa disebut arus listrik AC (Alternating Current) dan arus listrik searah atau arus DC (Direct Current). Untuk mengukur besarnya arus listrik dibutuhkan alat yang bernama Amperemeter. Sedangkan Voltmeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur tegangan listrik. Untuk mengetahui beda potensial tegangan DC antara dua titik pada suatu beban listrik atau rangkaian elektronika digunakan Voltmeter DC. Sebuah voltmeter Dc mengukur beda potensial antara dua titik dalam sebuah rangkaian arus searah dan penyusunannya disusun secara paralel.
Amperemeter dan voltmeter banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga perlu dipelajari lebih lanjut agar lebih mengenal dan bisa menggunakan atau mengaplikasikan fungsi dari amperemeeter dan voltmeter dalam kehidupan sehari-hari. Prinsip voltmeter dalam kehidupan sehari-hari digunakan sebagai sistem pengisian (spull and regulator) serta mengecek kondisi accu. Sedangkan amperemeter biasa digunakan untuk mengukur aliran arus listrik yang melalui sistem kabel bangunan baru, selain itu juga digunakan untuk menemukan masalah dalam sistem kabel pada gedung-gedung tua. Hal-hal tersebut merupakan bukti pentingnya mengapa perlu mempelajari voltmeter dan amperemeter.
1.2 Tujuan
A. Mengukur
kuat arus dan beda tegangan pada rangkaian aru searah.
B. Mengukur
tahanan dalam dari voltmeter dan amperemeter.
C. Mengenal
daerah pengukuran voltmeter dan amperemeter.
BAB
II
TINJUAN
PUSTAKA
2.1
VOLTMETER
Voltmeter
DC merupakan alat ukur yang berfungsi untuk mengetahui beda potensial tegangan
DC antara 2 titik pada suatu beban listrik atau rangkaian elektronika. Konsep
yang digunakan dalam sebuah volt meter DC hampir sama dengan konsep pada ampere
meter. Pada volt meter arus searah atau DC volt meter tahanan shunt atau shunt
resistor dipasang seri dengan kumparan putar magnet permanen (permanent magnet
moving coil) PMMC yang berfungsi sebagai pengali (multiplier).
Tahanan Pengali (Multiplier Resistor)
Penambahan sebuah tahanan seri atau pengali
(multiplier), mengubah gerakan d’arsonval menjadi sebuah voltmeter arus searah.
Tahanan pengali membatasi arus kealat ukur agar tidak melebihi arus sakala
penuh (Idp). Sebuah voltmeter arus searah mengukur beda potensial antara dua
titik dalam sebuah rangkaian arus searah dan dengan demikian dihubungkan
paralel terhadap sebuah sumber tegangan atau komponen rangkaian. Biasanya
terminal-termianal alat ukur ini diberi tanda positif dan negatif karena polaritas
harus ditetapkan. Nilai tahanan pengali yang diperlukan untuk memperbesar batas
ukur tegangan ditentukan dari gambar berikut, dimana :
V = Im (Rs + Rm)
Dengan :
Im = arus defleksi dari alat ukur
Rm = tahanan dalam alat ukur
Rs = tahanan pengali
V = tegangan rangkuman maksimum dari instrumen
Biasanya untuk batas ukur sampai 500 V pengali
dipasang didalam kotak voltmeter. Untuk tegangan yang lebih tinggi, pengali
tersebut dipasang pada sepasang probe kutub diluar kotak yakni untuk mencegah
kelebihan panas dibagian dalam voltmeter.
Voltmeter Rangkuman Ganda
Penambahan sejumlah pengali beserta sebuah saklar
rangkuman membuat instrumen mampu digunakan bagi sejumlah rangkuman tegangan.
Sebuah voltmeter rangkuman ganda yang menggunakan sebuah sakelar empat posisi
(V1, V2, V3, dan V4 ) dan empat pengali (R1, R2, R3, dan R4). Nilai dari pada
tahanan-tahanan pengali dapat ditentukan dengan metoda sebelumnya, atau dengan
metoda sensitivitas.
Sensitivitas voltmeter Sensitivitas (S) adalah
kebalikan dari defleksi skala penuh alat ukur yaitu: S = 1 / Idp Sensitivitas
(S) dapat digunakan pada metode sensitivitas untuk menentukan tahanan pengali
voltmeter arus searah. R = (S x V) – Rm
Dimana : S = sensitivitas
voltmeter,ohm/volt
V = rangkuman
tegangan yang ditentukan oleh posisi sakelar
Rm= tahanan-dalam alat ukur
(ditambah tahanan seri)
Rs = tahanan pengal
2.2
AMPEREMETER
Ampere meter arus searah atau sering disebut ampere
meter DC adalaha alat ukur yang berfungsi untuk mengetahui besarnya arus
listrik (DC) yang mengalir pada suatu beban listrik atau rangkaian elektronika.
Ampere meter menggunakan gerak d’Arsonval yaitu gerakan dasar PMMC (permanent
magnet moving coil) atau sering juga dikenal dengan galvanometer PMMC.
Tahanan Shunt (Shunt resistor)
Gerakan dasar dari sebuah ampermeter arus searah
adalah galvanometer PMMC. Karena gulungan kumparan dari sebuah gerakan dasar
adalah kecil dan ringan dia hanya dapat mengalirrkan arus yang kecil. Bila yang
akan diukur adalah arus besar, sebagian besar dari arus tersebut perlu
dialirkan ke sebuah tahanan yang disebut shunt. alat ukur arus dc,merawat
ampere meter,ampere meter,ampere meter dc,dc ammeter,teori ampere
meter,rangkaian ampere meter,ampere meter shunt,shunt ayrton,tahanan
ayrton,teori shunt ayrton,pengertian shunt ayrton,rumus resistansi
ayrton,formula tahanan ayrton,rumus arus ayrton,rumus tahanan ayrton.
Tahanan shunt dapat ditentukan dengan menerapkan
analisa rangkaian konvensional terhadap gambar diatas
dimana :
Rm
= tahanan dalam alat ukur
Rs = tahanan shunt
Im = arus defleksi skala penuh dari alat ukur
Is = arus shunt
I = arus skala penuh ampermeter termasuk arus shunt.
Karena tahanan shunt paralel terhadap alat ukur
(ampermeter), penurunan tegangan pada tahanan shunt dan alat ukur harus sama
dan dituliskan
Vshunt = Valat ukur
IsRs = ImRm
Tahanan shunt yang digunakan dalam sebuah alat ukur
dasar bisa terbuat dari sebuah kawat tahanan bertemperatur konstan yang
ditempatkan di dalam instrumen atau sebuah shunt luar yang memiliki tahanan yang
sangat rendah.
Shunt Ayrton Batas ukur sebuah ampermeter arus
searah (dc) masih dapt diperbesar dengan menggunakan sejumlah tahanan shunt
yang dipilih melalui sakelar rangkuman. Alat ukur seperti ini disebut
ampermeter rangkuman ganda. Alat ini ditunjukkan pada berikut.
Rangkaian ini memiliki empat shunt Ra, Rb, Rc, dan
Rd yang dihubungkan paralel terhadap alat ukur agar menghasilkan empat batas
ukur yang berbeda. Saklar S adalah sebuah sakelar posisi ganda dari jenis
menyambung sebelum memutuskan (make-before break), sehingga alat pencatat tidak
akan rusak, oleh karena tidak terlindungnya rangkaian tanpa sebuah shunt
sewaktu pengubahan batas ukur.
Shunt universal atau shunt ayrton dalam gambar
diatas mencegah kemungkinan pemakaian alat ukur tanpa tahanan shunt. Keuntungan
yang diperoleh adalah nilai tahanan total yang sedikit lebih besar. Shunt
Ayrton ini memberikan kemungkinan yang sangat baik untuk menerapkan teori dasar
rangkaian listrik dalam sebuah rangkaian praktis
BAB
III
METODE
PRAKTIKUM
3.1 Alat
dan Bahan
1) Voltmeter
dengan berbagai batas ukur.
2) Amperemeter
dengan berbagai batas ukur.
3) Penghubung
arus.
4) Dua
buah tahanan, bangku tahanan.
5) Kabel-kabel
penghubung.
6) Sumber
tegangan E.
RM3 RM2 RM1
100V 50V 10V 1V 0 V
3.2 Prosedur
(Dalam
menggunakan alat ukur yang baru tiap kali mengukur arus atau tegangan, harap
digunakan paling sedikit 2 batas ukur, untuk melihat adanya hambatan)
1. Susunlah
rangkaian seperti pada gambar 8
2. Aturlah
kuat arus sehingga didapat kuat arus yang pantas
3. Catatlah
kedudukan Volt dan Amperemeter
4. Ulangi
percobaan 2 dan 3 untuk beberapa harga kuat arus yang berlainan (ditentukan
asisten
5. Susunlah
rangkaian seperti pada gambar 9 (Rb belum dihubungkan)
6. Aturlah
dengan forbol sehingga didapat kuat arus yang pantas
7. Catatlah kedudukan mA meter
8. Hubungkan
Rb dan catat lagi kedudukan mAmeter gambar 10
9. Catat
pula harga Rb yang bersangkutan
10. Ulangi
percobaan 8 dan 9 untuk beberapa harga Rb yang berlainan (ditentukan asisten)
11. Susun
rangkaian seperti gb.11
12. Aturlah
untuk mendapat kuat arus yang pantas dengan forbol
13. Catat
kedudukan Volt dan Ampeteremeter
14. Ulangi
percobaan 12 dan 13 untuk beberapa harga kuat arus yang berlainan (ditentukan
asisten)
15. Susunlah
rangkaian seperti gb 12 (Rb belum dihubungkan)
16. Jalankan
arus dan catatlah penunjuk Voltmeter
17. Hubungkan
Rb dan catat lagi kedudukan Voltmeter (gb 13)
18. Catat
pula besarnya Rb yang dipakai
19. Ulangi
percobaan 17 dan 18 untuk harga Rb yang berlainan (ditentukan asisten)
20. Ukur
tegangan sumber dengan alat presisi (tanyakan asisten)
125
V 125 V 125 V
PS
RS
RA
RA
A A A
Gambar 8 Gambar 9 Gambar 10
125
V 125 V 125 V
PS
RS
PS
A V V V
Gambar 11 Gambar 12 Gambar 1
DAFTAR
PUSTAKA
Diktat
Penuntun Praktikum Fisika Dasar II, Sekolah
Tinggi Teknologi Tekstil, Bandung, 2002.
http://syifarifianti.blogspot.com/2014/04/voltmeter-dan-amperemeter.html
LAPORAN PRAKTIKUM PENGANTAR KOMPUTER MICROSOFT WORD
LAPORAN
PRAKTIKUM PENGANTAR KOMPUTER
MODUL 1
MICROSOFT WORD
DisusunOleh :
Nama :
Muhammad Fadli Khusaeri
NPM :
14020097
Dosen :Deni
S., S.St., M.T.
Asisten :
A. Hadian, S.Si
Group :
K4
|
Di setujui, ........../...../............
(Asisten)
NPM
|
LABORATORIUM KOMPUTER
SEKOLAH
TINGGI TEKNOLOGI TEKSTIL
BANDUNG
2014
PERNYATAAN
Dengan
ini saya menyatakan bahwa Laporan Praktikum Pengantar Komputer Modul 1
Microsoft Word beserta isinya adalah
benar-benar karya saya dan saya tidak
melakukan penjiplakan atau pengutipan dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan
etika keilmuan yang berlaku dalam masyarakat ilmiah.
Atas
pernyataan ini, saya siap menanggung risiko/sanksi yang dijatuhkan kepada saya apabila
kemudian ditemukan adanya pelanggaran terhadap etika keilmuan dalam laporan ini,
atau adaklaim dari pihak lain terhadap keaslian laporan kami ini.
Bandung, 14 April
2015
Yang
membuatpernyataan,
Muhammad Fadli
Khusaeri
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI
HALAMAN COVER
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN..................................................................... 1
A.
Praktikum
............................................................................. 1
B.
Tujuan Praktikum ................................................................. 1
BAB II DASAR TEORI
......................................................................... 2
2.1 Microsoft Access .................................................................. 2
BAB III TUGAS PENDAHULUAN
....................................................... 11
BAB IV IMPLEMENTASI
...................................................................... 12
4.1 Langkah-langkah.................................................................... 12
4.2
Hasil....................................................................................... 19
BAB V PENUTUP................................................................................... 20
5.1
Kesimpulan............................................................................ 20
5.2 Saran
..................................................................................... 20
DAFTAR
PUSTAKA......................................................................................... 21
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Praktikum
Microsoft word
Praktikum Microsoft word ini di makssudkan agar
mahasiswa menemukan study kasus dalam icon yang ada dalam Microsoft word. Hal
ini di maksudkan agar dapat menjelaskan dan memberikan informasi bagaimana cara
penggunaan icon pada Microsoft word yang jarang digunakan atau fungsi yang
jarang di kembangkan. Dan pada makalah ini akan membahas mengenai membuat
gambar yang diarsir dengan menggunakan icon shapes.
B. Tujuan
Untuk memberitahu cara pengarsiran
gambar shapes pada Microsoft word dan
bagaimana menggunakannya.
BAB II
DASAR TEORI
A. Microsoft Word
Microsoft Word atau Microsoft Office Word atau Word adalah
perangkat lunak pengolah kata (word processor) andalan Microsoft. Pertama diterbitkan pada 1983 dengan nama Multi-Tool Word untuk Xenix,
versi-versi lain kemudian dikembangkan untuk berbagai sistem operasi, misalnya DOS (1983), Apple Macintosh (1984), SCO UNIX, OS/2, dan Microsoft
Windows (1989). Setelah menjadi
bagian dari Microsoft
Office System 2003 dan 2007 diberi nama Microsoft Office Word. Di Office 2013, Namanya cukup dinamakan Word.
Pengembangan Multi-Tool Word
untuk menjadi Microsoft Word dimulai pada tanggal 1 Februari 1983 dan pada
tanggal 25 Oktober 1983, nama Microsoft Word diterbitkan untuk komputer IBM
(IBM PC). Dan pada tahun 1985, Microsoft mengeluarkan Word for Macintosh yang
merebut perhatian mayoritas pengguna komputer. Sedangkan Word untuk Windows
baru dirilis pada tahun 1989 yang berjalan pada Windows 1.0. Ketika Windows 3.0
diluncurkan pada tahun 1990, penggunaan Word untuk Windows sangat mendominasi
penggunaan pengolah kata bagi pengguna komputer.
Pada tahun 1997
pengembangan Microsoft Word mengalami kemajuan pesat dengan diluncurkannya
Microsoft Word 97 yang berada pada paket Microsof Office 1997. Pada paket
Microsoft Office 97, dibuat dalam 2 versi kebutuhan, yaitu Profesional dan
Small Business. Setelah Microsoft Office 97 mulai usang dan pengembangan
menghasilkan Microsoft Office 2000 yang diluncurkan pada tahun 1999. Microsoft
Office 2000 membawa fitur Office Assistant. Micrososft Office 2000 memiliki 4
versi produk, yaitu Standard, Profesional, Small Business, dan Premium. Tidak
lama produk ini digantikan oleh generasi baru yang munculnya bersamaan dengan
Windows XP dengan nama Microsoft Office XP di tahun 2001. Dan pada tahun 2003,
kemunculan Microsoft Office 2003 menjadi titik pesat pengembangan Microsoft
Office yang didalamnya ada Microsoft Word 2003. Microsoft Office 2003 memiliki
beberapa versi jual yaitu Profesional Edition, Smal Business Edition, Standard
Edition, dan Student and Teacher.
Microsoft Office
Word mengalami perubahan interface yang mencolok ketika peralihan dari
Microsoft Word 2003 ke Microsoft Word 2007. Toolbar yang dikenal pada versi
Microsoft Word sebelumnya digantikan dengan nama Ribbon pada Microsoft Word
2007. Perubahan drastis ini terjadi pada tahun 2007 ketika Microsoft Word 2007
(Microsoft Office 2007) dirilis.
Dari Microsoft
Office 2007 ini rilis software paket Microsoft ini menjadi stabil per tiga
tahun sekali. Setelah Microsoft Office 2007, pengembangan software terus
dilakukan dan akhirnya dikeluarkan produk baru yang dinamakan Microsoft Offcie
2010 yang dirilis pada tahun 2010. Interface Microsoft Word 2010 masih mengusung
Microsoft Word 2007, hanya terjadi perubahan pada beberapa titik dan adanya
penambahan paket bandle Microsoft Office. Microsoft Word 2010 suppot pada
sistem operasi Windows XP Profesional (SP 3), Windows Vista (SP 2), Windows 7,
dan Windows 8.
Dan yang terakhir
saat ini adalah keberadaan Microsoft Word dan Microsoft Office yang terbaru
adalah Microsoft Office 2013 yang dirilis pada tahun 2013 kemarin. Tema
interface lebih cenderung mungusung interface Windows 8 yang bertema Metro.
Microsoft Office 2013 support dengan sistem operasi Windows Server 2008 R2,
Windows 7, dan Windows 8.
Mungkinkan akan
muncul Microsoft Office selanjutnya yang menruut perkiraan adalah per tiga
tahun sekali? Jika iya kita tunggu saja tahun 2016, kemunculan dari
pengembangan Microsoft Office 2013
B.
Kegunaan Microsoft word
1.
Untuk menyimpan dokumen dalam ukuran yang kecil
dengan format yang beragam.
Sebagai
contoh, anda bisa mewarnai teks, menyisipkan gambar, dan lain-lain.
2.
Untuk menyimpan berbagai format. Misalnya format:
.XML, .HTML, dan .RTF dan
.TXT
3.
Bisa ditambahkan addon. Misalnya pada microsoft
word 2003 kita tidak bisa membuka
atau menyimpan dokumen dalam format .docx atau format office 2007. Maka kita bisa
atau menyimpan dokumen dalam format .docx atau format office 2007. Maka kita bisa
menginstall
sebuah addon yang bisa berfungsi untuk menyimpan dalam format .docx
dengan
office 2003. atau juga bisa membuka dokumen .docx dalam office 2003.
4.
Dengan Microsoft word kita bisa memformat tulisan/
dokumen kita beragam, misalnya
cetak
tebal, mewarnai, menyisipkan gambar, mengubah ukuran huruf, menyisipkan
simbol,
dan lain-lain. Dengan kata lain, microsoft word ini formatnya sangat lengkap.
5.
Bisa membuat dokumen web. Misalnya anda mau membuat
file berformatkan .HTML
anda bisa menggunakan microsoft word. Dan
mengupload ke server hosting anda. Namun
ada sedikit kelemahan, yaitu: tata letaknya
kurang bagus.
6.
Bisa melihat tampilan cetak. Dengan fitur ini anda
bisa memastikan dokumen anda sudah
sempurna baik dalam formatnya ataupun dalam
tata letak halamannya.
BAB III
TUGAS PENDAHULUAN
A.
Shapes
Shape dalam bahasa Inggris artinya bentuk.
Shape adalah salah satu aplikasi yang terdapat pada microsoft word 2007 yang
terletak pada group illustrations dan ribbon insert yang berfungsi untuk
menyisipkan berbagai bentuk dengan ukuran yang anda inginkan.
Shape merupakan sebuah gambar dengan ragam
bentuk yang ditawarkan oleh aplikasi ms word untuk memudahkan pengguna dalam
membuat sebuah objek yang berbentuk lingkaran, persegi, segitiga, segi enam dan
bentuk lain yang sangat sulit jika digambar secara manual. Dengan adanya tool
ini pengguna tidak perlu merasa kesulitan untuk membuat ragam bentuk lingkaran
maupun yang lain karena dengan tool ini kita tinggal klik dan menarik mouse
anda untuk membuat sebuah objek. Shape juga bisa berupa garis ataupun anak
panah.
B.
Gambar Arsir
Pada
beberapa soal-soal Matematika seperti diantaranya materi Luas dan Keliling
Bangun Datar kita sering dihadapkan pada gambar-gambar bangun datar yang
beberapa bagianya diarsir. Namun, tak hanya dalam matematika di dunia teknik di
pelajari cara menggambar teknik dengan maksud agar mengetahui susunan dan bahan
yang di gunakan dalam mesin yang bekerja, dimana setiap bahan mempunyai fungsi
dan peran masing masing setiap bahan seperti baja, besi seng, tembaga dan lain
lain memiliki sifat yang berbeda beda dalam gambar teknikpun penggambaranya
harus di bedakan yakni dengan cara pengarsiran. Konsep ini di maksudkan agar
bisa membedakan setiap bahan yang digunakan maka dari itu setiap bahan memiliki
ciri khas dengan arsiran yang berbeda pada gambar teknik. .Seperti beberapa gambar berikut ini.
BAB IV
IMPLEMENTASI
A.
Langkah-langkah
a. Cara 1
1. Buka Microsoft Word
(dalam hal ini saya menggunakan Word 2007)
2. Buat Gambar Sebuah Persegi dan
Jajar Genjang
Caranya: Klik Insert,
kemudian Shape, Kemudian pilih bangun-bangun yang akan dibuat gambarnya
Maka
hasilnya akan seperti ini
3. Untuk membuat persegi tekan shift
(pada keyboard) kemudian drag (klik seret) mouse anda ke pojok
bawah
4. Posisikan persegi dan jajar
genjang tersebut sesuai dengan gambar yang ingin kita buat
5. Kosongkan warna kedua gambar
dengan cara klik gambar, klik kanan mouse, klik Format Autoshape,
bagian Fill pada color pilih/centang no color, klik ok
Maka
hasilnya akan seperti gambar di bawah
6. Buat segitiga siku-siku dan
persegi/persegi panjang yang ukuranya sesuai dengan daerah yang diarsir dan
letakan gambar tersebut pada daerah yang akan diarsir.
Segitiga
dan letaknya
Persegi
dan letaknya
7. Hilangkan garis pada segitiga
dan persegi tadi serta tambahkan arsiranya (lakukan satu persatu).
Caranya: klik
gambar, klik kanan mouse, klik Format Autoshape, bagian Line pada
Color pilih/centang no color (jangan klik ok)
8. Kemudian lanjutkan pada Fill
klik Fill Effect, klik Pattern, pilih arsiran yang anda inginkan,
klik ok
Maka
hasilnya akan seperti di bawah ini
Nb : jika garis pada pinggiran
daerah arsiran kurang jelas anda bisa memperjelasnya dengan menambahkan garis
(menumpuknya). Caranya klik menu Insert, klik Shape, pilih garis
lurus, buat garis lurus pada pinggir daerah arsiran.
b. Dengan pengimpanan format gambar
Secara umum hampir
sama caranya, tetapi dalam hal ini kita akan menggunakan bantuan Paint
untuk memotong atau menghilangkan gambar/bagian yang tidak diinginkan.
1. Buat gambar persegi dengan
arsiran, tiga buah lingkaran yang ukuranya sama dengan diameter lingkaranya
sama dengan panjang sisi persegi dan salah satunya telah diarsir (caranya buat
sebuah segitiga kemudian copy paste dan arsir salah satunya)
Posisikan
lingkaran yang diarsir seperti gambar berikut
2.
Klik
kanan lingkaran diarsir, klik Order, Klik Send to Back
maka
hasilnya
3. Posisikan dua lingkaran yang
tidak diarsir dan tempatkan garis putus-putus tempat pada diameter lingkaran
seperti gambar berikut
4. Untuk menghilangkan bagian yang
tidak diinginkan tekan tombol Prt Scr (Print Screen) pada keyboard anda
5. Buka Paint, tekan tombol ctrl
+ v pada keyboard anda gambar layar anda akan muncul di Paint. Hilangkan
bagian yang tidak diperlukan dengan Eraser yang terdapat pada menu Tool
Maka
hasilnya
6. Pilih Select pada menu Image,
kemudian seleksi gambar yang diinginkan
7. Klik pada area gambar yang
diseleksi, klik kanan mouse, klik copy jika anda ingin mengcopy gambar
pada Word atau pilih Crop jika anda ingin menyimpan gambar.
8. Anda bisa menyimpan gambar
dengan cara pilih klik button Paint (letaknya di atas samping Home),
save as, pilih format gambar (JPG, PNG, dll), pilih lokasi file, isi nama file
sesuai selera anda, klik ok
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Shapes
dapat di gunakan dalam pembuatan bangun yang dapat berfungsi sebagai tanda dari
suatu bahan di sisi lain fungsi ini juga dapat dibuat hal yang lainnya selain
dari pembuatan bangun dan pengarsiran juga dapat dipakai membuat sebuah gambar
animasi atau kartun dengan cara memaksimalkan dan membuat fungsi dari icon pada
shapes secara maksimal. Dan menjadikan Microsoft word mempunyai banyak fungsi
yang bermanfaat dan dapat mempermudah pekerjaan.
B.
Saran
Selain
dari shapes masih banyak icon yang lain fungsi dari Microsoft word di sarankan
dapat mempelajari dan memaksimalkan fungsi dari icon-icon pada Microsoft word agar
dapat mempermudah dalam menggunakanya dan tidak hanya untuk mengolah kata tapi
dapat mengolah hal hal yang lainnya.
DAFTAR PUSTAKA
Langganan:
Postingan (Atom)




